Mahasiwa UII,
Mahasiwa Muslim Berprestasi
Menjadi
mahasiwa Universitas Islam Indonesia dituntut untuk menjadi sosok yang
berprestasi dalam berbagai disiplin ilmu. “Mahasiswa UII harus bisa memberikan
kontribusi terhadap perkembangan Islam,”begitulah penuturan yang disampaikan
oleh Mohamad Rahman, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2014, peraih beasiswa
semester awal-akhir DIKTI.
Rahman,
sapaan akrabnya, memberikan pandangan dan kritik terkait mahasiswa di era
sekarang. “Seperti yang menjadi teriakan, bahwa mahasiswa itu social agent,
social control, tapi apa yang sudah diteriakan itu biasanya hanya teriakan
saja, banyak dari mahasiwa yang tidak mengaplikasikan dan tidak benar-benar
mengerti tentang social control, sehingga saya lihat banyak mahasiswa yang
cenderung apatis,”ungkap Rahman saat diwawancarai di Masjid Ulil Albab, Minggu
(27/09).
“Kalau
saya lihat banyak mahasiswa dari jam 7 sampai jam 12 malam main dota, dan
kemudian banyak yang bilang jangan korupsi jangan korupsi, tapi ternyata dia
contek laporan temennya. Sebenerny saya tau kalau mahasiwa tau esensi dia
sebagai mahasiwa seperti apa, tapi banyak dari mereka tidak memahami sepenuhnya,”tambah
Rahman.
Kritik
yang diberikan Rahman merupakan sebuah realita yang dapat menjadi bahan
intropeksi bagi mahasiswa UII. Wajar saja, mengingat Rahman terbiasa berada
dalam lingkungan Islami dan sudah mengeyam banyak prestasi. Rahman sendiri
mengutarakan apa yang menjadi kunci untuk memotivasi diri.
Rahman
mengaku, semenjak dari SMA, dirinya dimasukkan dalam institusi embel-embel
Islam, dan ketemunya dengan orang yang punya semangat. Sejak SMA dirinya mulai
berpikir seperti ini, Islam saat ini mulai jatuh dalam peradaban, semuanya
tertinggal dari barat. Mulai teknologi, pendidikan, sosial, dan eknomi.
“Sebenernya
motivasi utama saya adalah ketika saya ditempatkan di embel Islam, jadi seakan
akan, kalo saya masuk di sini, maka saya harus berprestasi, karena dengan
berprestasi secara tidak langsung saya juga mengangkat nama Islam,”ujar Rahman.
“Jadi
misalnya ada kompetisi, kemudian naik podium, my name is blab bla bla, from
Islamic university of Indonesia, jadi saya ingin menjadi bagian yg
berkontribusi terhadap Islam,”tegasnya penuh semangat.
Tidak
lupa, di sesi wawancara, Rahman memberikan tips untuk menjadi mahasiwa
berprestasi. “Saya berpesan jaga Allah, maka Allah akan menjagamu, utamakan
sholat maka Allah akan mengutamakanmu. Jadi, kalau misalnya ingin berprestasi,
maka utamakan sholat dulu, maka Allah akan memberikan jalan yang tak
terduga,”terang Rahman di masjid Ulil Albab UII
Sebagai
informasi, mahasiswa peraih IPK 3.9 ini konsisten menjadi delegasi UII dalam
berbagai event kedokteran, kompetisi, mengikuti kajian sy’iar Islam dan diamanahi
sebagai mentor di CLI UII, mengajukan pendaftaran sebagai mentor di keagamaan
fakultas, salah satu founder di Ulul Albab, dan setiap senin sampai jum’at aktif mengisi kajian online.
Penulis:
Jaka Farih Agustian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar