Minggu, 27 September 2015

Mahasiwa UII, Mahasiwa Muslim Berprestasi


Menjadi mahasiwa Universitas Islam Indonesia dituntut untuk menjadi sosok yang berprestasi dalam berbagai disiplin ilmu. “Mahasiswa UII harus bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan Islam,”begitulah penuturan yang disampaikan oleh Mohamad Rahman, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2014, peraih beasiswa semester awal-akhir DIKTI.
Rahman, sapaan akrabnya, memberikan pandangan dan kritik terkait mahasiswa di era sekarang. “Seperti yang menjadi teriakan, bahwa mahasiswa itu social agent, social control, tapi apa yang sudah diteriakan itu biasanya hanya teriakan saja, banyak dari mahasiwa yang tidak mengaplikasikan dan tidak benar-benar mengerti tentang social control, sehingga saya lihat banyak mahasiswa yang cenderung apatis,”ungkap Rahman saat diwawancarai di Masjid Ulil Albab, Minggu (27/09).
“Kalau saya lihat banyak mahasiswa dari jam 7 sampai jam 12 malam main dota, dan kemudian banyak yang bilang jangan korupsi jangan korupsi, tapi ternyata dia contek laporan temennya. Sebenerny saya tau kalau mahasiwa tau esensi dia sebagai mahasiwa seperti apa, tapi banyak dari mereka tidak memahami sepenuhnya,”tambah Rahman.
Kritik yang diberikan Rahman merupakan sebuah realita yang dapat menjadi bahan intropeksi bagi mahasiswa UII. Wajar saja, mengingat Rahman terbiasa berada dalam lingkungan Islami dan sudah mengeyam banyak prestasi. Rahman sendiri mengutarakan apa yang menjadi kunci untuk memotivasi diri.
Rahman mengaku, semenjak dari SMA, dirinya dimasukkan dalam institusi embel-embel Islam, dan ketemunya dengan orang yang punya semangat. Sejak SMA dirinya mulai berpikir seperti ini, Islam saat ini mulai jatuh dalam peradaban, semuanya tertinggal dari barat. Mulai teknologi, pendidikan, sosial, dan eknomi.
“Sebenernya motivasi utama saya adalah ketika saya ditempatkan di embel Islam, jadi seakan akan, kalo saya masuk di sini, maka saya harus berprestasi, karena dengan berprestasi secara tidak langsung saya juga mengangkat nama Islam,”ujar Rahman.
“Jadi misalnya ada kompetisi, kemudian naik podium, my name is blab bla bla, from Islamic university of Indonesia, jadi saya ingin menjadi bagian yg berkontribusi terhadap Islam,”tegasnya penuh semangat.
Tidak lupa, di sesi wawancara, Rahman memberikan tips untuk menjadi mahasiwa berprestasi. “Saya berpesan jaga Allah, maka Allah akan menjagamu, utamakan sholat maka Allah akan mengutamakanmu. Jadi, kalau misalnya ingin berprestasi, maka utamakan sholat dulu, maka Allah akan memberikan jalan yang tak terduga,”terang Rahman di masjid Ulil Albab UII
Sebagai informasi, mahasiswa peraih IPK 3.9 ini konsisten menjadi delegasi UII dalam berbagai event kedokteran, kompetisi, mengikuti kajian sy’iar Islam dan diamanahi sebagai mentor di CLI UII, mengajukan pendaftaran sebagai mentor di keagamaan fakultas, salah satu founder di Ulul Albab, dan setiap senin sampai jum’at aktif mengisi kajian online.



Penulis: Jaka Farih Agustian 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar