Kamis, 08 Oktober 2015

Media Tidak Independen dan Tidak Netral


Ket : Penyampaian materi oleh Dwi Sasongko


Yogyakarta - Pemimpin redaksi koran Sindo, Dwi Sasongko menganggap, saat ini tidak ada media yang independen. Konglomerasi media menyebabkan tidak ada media yang netral.

Tidak ada media di Indonesia yang netral. Media itu butuh hidup, dimana hidup media berasal dari financial yang diperoleh dari pemasang iklan. Selain pemasang iklan, media juga bisa hidup dari seorang pemilik modal. Hal tersebut yang membuat media menjadi tidak netral.

“Saat ini media tidak independen. Semua media saat ini hampir tidak independen dimana hal tersebut membuat media tidak ada yang netral,” kata pemimpin redaktur koran Sindo, Kamis (08/10/2015) siang di acara Sindo goes to Campus UII Yogyakarta.

Kebijakan independen tergantung kepada para pekerja media dalam meliput dan mempublikasikan pemberitaan dengan prinsipnya. Namun, tak dapat dihindari, prinsip-prinsip tersebut juga tidak terlepas dari seorang pemilik media yang telah memiliki kebijakan khusus.

 “Ya memang sindo ini berada di bawah MNC Group yang pemiliknya adalah seorang ketua partai politik dan pastinya dia memiliki kebijakan-kebijakan khusus. Dan kita disini mendukung kebijakannya,” ujar Dwi Sasongko.



(NH)
Sindo Goes To Campus, Wadahi Edukasi dan Kreativitas Mahasiswa UII



Ket : Sindo Goes To Campus dalam Sesi Talk Show

Yogyakarta - Memiliki pengetahuan dan wawasan seputar teori dan praktek dalam dunia media sangat penting bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh dalam kajian komunikasi. Kamis, 8/10/2015, pukul 09.00-14.30, bertempat di Auditorium Kahar Muzakkir, UII Yogyakarta. Merupakan  kolaborasi acara antara pihak humas UII, Kemahasiswaan UII, dan Sindo yang berjudul “Sindo Goes To Campus".

Sindo Goes To Campus kali ini menghadirkan 2 pembicara populer, yakni Dwi Sasongko, selaku Wakil Pemimpin Redaksi Koran Sindo, serta Khoiri Akhmadi, Manager Produksi TV.

Dalam pergelaran Sindo Goes To Campus, Muslim, selaku perwakilan Humas UII mengutarakan target dan tujuan yang ingin dicapai. “Targetnya untuk mahasiswa semua jurusan, supaya melatih mahasiswa untuk menjadi presenter dan fotografer,”ungkapnya.

Sementara itu, Rio, selaku Kepala Biro Sindo mengungkapkan harapan diadakan acara ini. “Adanya acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap mahasiwa dalam dunia penyiaran dan cetak, yang ingin menulis silahkan kembangkan, kontributor silahkan kembangkan, semangat di dunia komunikasi, sehingga jelas arah dan tujuannya,”ujarnya.

Rio menambahkan, dunia media saat ini tidak hanya berkutat dengan wartawan, namun didominasi oleh aktivitas bisnis dan sarana pendukung, seperti broadcasting berupa kamera, dan sebagainya.

Di sela sambutan, Wakil Rektor III, Dr. Abdul Jamil, SH, MH mengungkapkan, kebutuhan masyarakat terhadap informasi sangat tinggi. Terlebih informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi bagaimana masyarakat dapat menyikapi perubahan dengan cepat. Seperti dikutip dari uii.ac.id.

Acara ini terdiri dari talk show yang dimoderatori oleh Iwan Awaladduni Yusuf, dosen Ilmu Komunikasi dan choacing clinic yang diikuti oleh peserta dari mahasiswa berbagai jurusan di UII.

Secara umum, animo mahasiswa untuk ikut serta dalam sesi talk show dan choacing clinic cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah kehadiran dan keaktifan peserta dalam bertanya di sesi talk show dan antusiasme mengikuti pelatihan presenter.

Ketika ditanya mengenai persiapan tuan rumah (Kemahasiswaan dan Humas), Muslim mengutarakan, ada sekitar 20 panitia dalam acara Sindo Goes To Campus kali ini. “Panitia kali ini terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam Labma UII, beberapa staff Kemahasiswaan, maupun pihak Humas. Persiapan yang dirancang panitia juga dilakukan sejak 3 minggu yang lalu, “papar alumni ponpes UII dan ajudan Rektor tersebut.


Rio, selaku perwakilan Sindo juga mengungkapan, persiapan melobi kampus sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Anggota yang dibawa dalam acara kali ini ada sekitar 5 orang dari Sindo, dan Inews lebih banyak,”terang Kepala Biro yang juga memberikan hadiah smartphone kepada mahasiswa dalam sesi pertanyaan.


Penulis : Jaka Farih Agustian
 Inovasi Sebagai Kunci, Koran Terus Eksis di Mata Publik


Ket : Sasongko, pembicara sesi talk show Sindo Goes To Campus

Di tengah kompetitifnya persaingan antar media, ditambah dengan kecanggihan teknologi yang akan terus berkembang, tak menyurut keyakinan pihak media cetak untuk tetap eksis di mata publik. Seperti halnya sikap optimis yang dijunjung tinggi oleh Dwi Sasongko, Deputy in Chief Koran Sindo.

Di sela-sela pergelaran Sindo goes to campus yang diadakan di Universitas Islam Indonesia, Sasongko mengutarakan, peluang masih ada, pasar cetak masih menjanjikan, meski sirkulasi turun, media cetak harus berubah untuk bisa eksis.

Lebih lanjut, ia memberikan ulasan posisi media cetak di mata publik sejauh ini. “Yang membuat radio dan koran eksis tetap eksis sampai saat ini adalah adanya perubahan dan inovasi,”tuturnya di Auditorium Kahar Muzakkir UII, (8/10/2015).

Inovasi memang perlu dilakukan dengan hadirnya ide-ide kreatif dan strategi-strategi jitu. Mantan wartawan Jawa Pos ini mengungkapkan strategi koran dalam mempengaruhi minat baca audiens.

“Strategi yang dilakukan sejauh ini adalah berusaha untuk kreatif, melakukan sinergi dengan grup, ganti platform jadi view paper, yakni lebih banyak grafis/gambar, kerja keras dan cerdas, kualitas dan kecepatan (zero mistake dan koran datang lebih awal ke pelanggan, sinergi dengan melakukan kerja sama bersama media lain,”ujarnya.

Selain itu, seiring berjalannya strategi-strategi tersebut, Koran juga mendapatkan dukungan penuh dari beberapa perusahaan iklan. “Revenue Koran sepenuhnya drai iklan, iklan mendukung keberadaan koran. Posisi Koran berada di peringkat 2 di bawah televisi, dalam tingkatan belanja iklan terhadap media, papar penulis buku Indonesia-Jerman 60 tahun tersebut.


Optimis, Sasongko menambahkan keberadaan media cetak di masa yang akan datang. “Masih banyak masyarakat yg lebih mempercayai isi media cetak ketimbang internet, setidaknya sampai kurun waktu 10 tahun,”jelasnya. 


Penulis : Jaka Farih Agustian
Meriahnya Acara Sindo Goes to Campus di Universitas Islam Indonesia


Ket : Suasana meriahnya peserta Sindo Goes To Campus

Yogyakarta - Acara Sindo Goes to Campus yang diadakan di Universitas Islam Indonesia di hadiri banyak mahasiswa. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta acara Sindo Goes to Campus yang hadir pada kamis 8 oktober, di Auditorium Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia. Banyak mahasiswa yang menghadiri acara Sindo Goes to Campus dari berbagai fakultas.

Selain mengadakan seminar yang menghadirkan dua pembicara dari Sindo, ada berbagai rangakaian acara dari Sindo Goes to Campus salah satunya adalah coaching klinik yaitu pencarian bakat presenter oleh Sindo Goes to Campus. Coaching klinik dapat di ikuti oleh peserta Sindo Goes to Campus. Antusiasme peserta Sindo Goes to Campus sudah terlihat dari sejak pagi, banyak peserta yang mendaftar dan hadir pada seminar hari ini.

Tidak hanya mahasiswa ilmu komunikasi, banyak mahasiswa dari fakultas lain yang hadir dalam acara Sindo Goes to Campus. Para mahasiswa sangat bersemangat ketika mengikuti rangkaian acara hari ini. "Acara Sindo Goes to Campus sangat bagus, karena Sindo sendiri merupakan bagian dari media besar yaitu MNC group dan saya juga tertarik untuk mempelajari seluk beluk media. Apalagi tema yang diangkat pun sangat pas yaitu tentang konvergensi media" ucap salah satu peserta acara Sindo Goes to Campus, Rifqi, Kamis (08/10/2015).

Sindo Goes to Campus selain memberikan ilmu dan wawasan yang lebih mengenai media, juga memberikan beberapa door prize yang menarik. Dengan menjawab kuis atau pertanyaan para peserta dapat membawa pulang hadiah dari Sindo. Rangakaian acara Sindo Goes to Campus sendiri sudah diadakan di berbagai kota besar dan Universitas Islam Indonesia adalah salah satu tujuan dari rangakaian acara Sindo. Mahasiswa akan lebih mengerahui dan mempunyai wawasan tentang media melalui acara Sindo Goes to Campus.

Penulis : Nurjannah Firda




Antusiasme Peserta Couching Clinic SINDO Goes to Campus


Yogyakarta- Sejak pagi Auditorium Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia sudah terlihat ramai oleh peserta SINDO Goes To Campus, Kamis/08/10/2015. Kegiatan ini telah digelar di beberapa universitas di indonesia , kali ini mengusung tema “ Konvergensi Media Di Era Digitalisasi”. SGTC merupakan bentuk komitmen SINDO media dalam menyikapi perkembangan zaman dan keinginan untuk turut serta mempersiapkan generasi muda bangsa.

Dari beragam rangkaian acara SGTC, Couching clinic broadcasting berupa kelas presenter TV merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu. Salah seorang peserta Linda Nurlita menuturkan bahwa sedari semalaman sudah berlatih guna mempersiapkan diri mengikuti Couching clinic broadcasting kelas presenter TV. “Dari semalem saya sudah berlatih untuk mengikuti kelas presenter TV-nya”, tutur linda disela-sela pendaftaran.

Hingga dimulainya kelas, tercatat 20 peserta sudah terdaftar sebagai peserta Couching clinic broadcasting kelas presenter TV. Pesertanya pun beragam tidak hanya dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi namun ada yang berasal dari prodi Statistika dan Teknik sipil.

“Saya didaftarain sama dua temen saya yang juga daftar Couching clinic broadcasting kelas presenter TV ”, tutur Brillian Ayesha Runnerup couching clinic broadcasting SINDO Goes To Campus.

Penulis : Praptika Handayani
            

Minggu, 04 Oktober 2015

Proyek Galian Jalan Menyebabkan Kemacetan Panjang




Yogyakarta - Arus lalu lintas di jalan demangan baru padat merayap, kemacetan didominasi oleh kendaraan roda empat. Titik kemacetan berpusat di jalan laksda adi sucipto. Kemacetan ini disebabkan oleh adanya pekerjaan galian pada bahu jalan. Banyaknya jumlah kendaraan dan sempitnya jalan membuat kemacetan sepanjang jalan laksda adi sucipto.

Pekerjaan galian sepanjang kurang lebih 2 km, sedikit menganggu para pengguna jalan. Kemacetan bertambah parah karena adanya lampu merah pada pertigaan UIN Sunan Kaliaga. Kemacetan ini sering terjadi pada saat jam pulang kerja hingga malam hari.

“Biasanya macet yang paling parah pas malam hari, apalagi weekend sekarang banyak orang yang ingin pergi ke Ambarukmo Plaza, jadi pengendara motor pun kena imbasnya,”jelas pengendara motor, Dani, Minggu (4/10/2015).

Sampai saat ini belum ada petugas kepolisian yang bertugas untuk mengurangi kemacetan. Kemacetan di jalan laksda adisucipto ini tidak terjadi setiap saat. Kemacetan ini terjadi jika volume kendaraan roda empat terlalu banyak, dan yang membuat kemacetan semakin parah adalah banyaknya kendaraan yang keluar dari arah jalan demangan baru menuju jalan laksda adisucipto.




Penulis : Nurjannah Firda

Bundaran UGM Ramai Lancar, Pengemudi Tetap Harus Perhatikan Keselamatan




                  Ket : Kondisi lalu lintas bundaran UGM sore ini terpantau lancar dan padat



Sleman - Arus lalu lintas di kawasan bundaran Universitas Gajah Mada, terpantau ramai lancar pada Minggu (4/10/2015) sekitar pukul 16.10. Kendati demikian, masih terdapat jalanan yang cukup padat.

Pantauan Media Suara Mahasiswa, jalur Bundaran UGM menuju kampus UNY maupun kawasan mirota kampus tidak terjadi kemacetan yang berdampak terhadap kenyamanan pengemudi sepeda motor maupun mobil.

Meski begitu, pengemudi tetap harus memperhatikan keselamatan, mengingat jalur bundaran UGM hanya memiliki satu arah yang dapat berimbas pada terjadinya kecelakaan.

Selain itu, waktu-waktu yang patut dicermati pengemudi adalah pagi, siang, sore hari. Pak Tijo, Tukang Becak yang sudah terbiasa menjemput rezeki di wilayah bundaran UGM mengetahui seputar kondisi lalu lintas di wilayah tersebut. “biasanya sekitar pukul 07.30 pagi, 13.30 siang, dan 17.00 sore sering terjadi kemacetan.”tuturnya (4/10/2015) di wilayah bundaran UGM.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan mewujudkan lalu lintas lancar, polisi sudah mengatur sistem lalu lintas secara maksimal. Salah satu Polantas Sleman menuturkan, bahwa setiap pagi hari, saya kira ada polisi yang menjaga di wilayah bundaran UGM tersebut.




Penulis : Jaka Farih Agustian



Dampak Lampu Apil Baru di Pertigaan Jl.Damai



Yogyakarta - Keberadaan lampu apil di jl.Kaliurang km.8 membuat arus lalu lintas lebih lancar dan teratur. Pengguna jalan merasa lebih aman dengan adanya lampu apil.

“ Bagus bagus.. ini harusnya ada lampu apil dari dulu. Saya soalnya sering lewat jalan ini dan pas di pertigaan ini suka semraut kendaraannya,” ujar Bu Tina salah seorang pengendara motor.”

Di pertigaan jl.Kaliurang km.8 tepatnya pas di depan cafe Lumer tersebut merupakan salah satu pertigaan yang cukup ramai dan tidak jarang menimbulkan kemacetan. Pertigaan tersebut menghubungkan antara jl.Kaliurng dan jl.Damai yang dapat menghubungkan dengan jl.Palagan.

“ Saat lampu merah nyala juga di sini tidak terlalu lama ko lampu merahnya, jadi tidak akan menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Ya kecuali pas week end mungkin banyak yang wisata ke Kaliurang bisa jadi sedikit macet,” ujar Bu Tina.

Lampu apil menyala merah kurang lebih 30 detik dan hijau kurang lebih 20 detik. Waktu tersebut dianggap pas untuk tidak menimbulkan kemacetan.

Menurut salah seorang pengendara motor ini, pihak kepolisian lalu lintas harusnya dapat berjaga di lampu apil baru ini. Tak sedikit beberapa pengendara masih ada yang menerobos lampu merah.

“iya saya kemarin-kemarin sempat liat juga beberapa pengendara motor menerobos lampu merah. Kayanya mereka warga sini yang belum terbiasa sama adanya lampu apil baru ini,” ujar Bu Tina.



Penulis : Nera Henaria


Kecelakaan Gara-gara BBMan!



Yogyakarta-BBMan, seorang pengendara sepeda motor, Rizal (21) mengalami kecelakaan di jalan Seturan persisnya di depan kampus YKPN, Sabtu (03/10/2015).

Kejadian tersebut bermula ketika Rizal mengendarai sepeda motor hendak menjemput kekasihnya menuju jalan Solo. Rizal memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi, ketika melintasi di jalan Seturan dengan posisi handphone di tangan kirinya membalas BBM kekasihnya, Rizal tidak melihat ada sebuah mobil Avanza yang bejalan pelan didepannya hendak berbelok kearah kiri. Kecelakaan tidak dapat dihindari.

“Tadi saya buru-buru, mau balas BBM nggak liat kalo ada mobil didepan. Mau ngerem tapi udah nggak bisa jadi saya banting kekiri”, kata Rizal.

Dalam kecelakaan ini Rizal hanya mengalami luka-luka ringan di bagian lutut dan tangan sebelah kiri. Tidak ada luka serius yang dialaminya. Hanya saja motor yang dikendarainya mengalami kerusakan yang cukup parah di body bagian depan dan sebelh kiri. Selain itu, mobil yang ditabraknya tadi hanya mengalami lecet namun tidak cukup parah.

Kecelakaan ini sempat mengakibatkan kemacetan karena banyaknya orang yang berkerumun menolong dan menyaksikan kejadian. Tutur Pak Salim (42) salah seorang warga, “mase yang salah. Lha wong saya lihat dia dimotor sambil mainan HP”.

Kasus kecelakaan ini berakhir damai setelah Rizal meminta maaf kepada pengendara mobil dan mengakui kesalahannya. 



Penulis : Praptika Handayani


Minggu, 27 September 2015

Harga Sembako di Pasar Keruak Lombok Timur Menjelang Idul Adha Naik



Lombok Timur - Seperti biasanya, menjelang perayaan hari besar, harga berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan tidak terkecuali pada perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari Kamis, 24 September 2015 ini.

Diantaranya beras, daging dan sayur-mayur merupakan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi sampai Rp 5.000 dari harga semula. Harga kacang panjang yang semula Rp 2.500 menjadi Rp 5.000 per ikat kemudian ada juga wortel yang sebelumnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Ibu Rubak merupakan salah seorang pedagang sayur mengatakan, bahwa kenaikan harga menjelang perayaan hari besar merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Kenaikan harga pada hari-hari besar seperti ini sudah biasa terjadi dan menjadi hal yang wajar. “Yaaa, udah biasa semua pada naik kalo mau hari besar idul Fitri atau idul Adha gini. Dua atau tiga hari kedepan juga normal lagi”, papar Ibu Rubak, Senin (22/09/ 2015).

Selain harga sayur-mayur yang mengalami kenaikan, harga beraspun demikian dari harga Rp 9.800 naik hingga Rp 10.200 per kilogramnya. Ibu Atik (43) seorang konsumen menuturkan bahwa kenaikan harga beras dipicu karena semakin tingginya permintaan konsumen dibandingkan hari-hari biasanya. Pada hari Idul Adha atau Lebaran Haji banyak rumah-rumah warga  menggelar acara dzikir yang setelahnya ditutup dengan makan bersama.

“kan tradisinya orang sini kalo Lebaran Haji pada ngadain dzikir. Beli beras banyak-banyak. Mungkin stoknya berkurang dan itu yang bikin mahal” tutur Ibu Atik. Karena tradisi inilah yang mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli sehingga pembelian semakin meningkat, stok terbatas dan harga semakin naik,ujar Ibu Atik.

Adapun harga kebutuhan yang normal diantaranya cabai rawit merah, cabai keriting, dan harga tomat yang justru murah. Ibu Atik menambahkan, “sekarang harga tomat malah turun sampai Rp 2.000 per kilogramnya.”



Penulis: Praptika Handayani





Harga Jual Hewan Kurban Terus Meroket



Tangerang - Perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari Kamis 24 September 2015 di sambut suka cita oleh warga Tangerang. Begitu juga oleh para pedagang hewan kurban di daerah Tangerang.

Banyak sekali pedagang hewan kurban yang berjualan di sepanjang jalan maulana hasanudin Tangerang. Ada berbagai macam sapi dan kambing yang dijual, harganya pun bervariasi. Harga antara pedagang satu dan pedagang lainnya sangat bersaing.

Ada yang berbeda dari Idul Adha tahun ini, harga hewan kurban tahun ini naik daripada Idul Adha tahun sebelumnya. Kenaikan ini di karenakan beberapa faktor, salah satunya faktor cuaca. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat pangan hewan kurban sulit untuk di dapatkan.

"Harga hewan kurban tahun ini memang naik daripada tahun sebelumnya. Kenaikan itu karena sulitnya mendapatkan makanan untuk hewan kurban, hingga ada beberapa hewan kurban yang sakit karena kekurangan pasokan pangan. Kalau tidak ada kenaikan saya bisa rugi, kata salah satu penjual hewan kurban, Timur, Sabtu (26/09/2015).

Kenaikan harga hewan kurban berkisar antara 500.000 rupiah untuk kambing dan 2.000.000 rupiah untuk sapi. Kenaikan ini tidak berpengaruh terhadap minat pembeli hewan kurban. Para pembeli tetap membeli hewan kurban walaupun harganya lebih mahal daripada tahun sebelumnya.





Penulis: Nur Jannah Firdaus
Mahasiwa UII, Mahasiwa Muslim Berprestasi


Menjadi mahasiwa Universitas Islam Indonesia dituntut untuk menjadi sosok yang berprestasi dalam berbagai disiplin ilmu. “Mahasiswa UII harus bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan Islam,”begitulah penuturan yang disampaikan oleh Mohamad Rahman, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2014, peraih beasiswa semester awal-akhir DIKTI.
Rahman, sapaan akrabnya, memberikan pandangan dan kritik terkait mahasiswa di era sekarang. “Seperti yang menjadi teriakan, bahwa mahasiswa itu social agent, social control, tapi apa yang sudah diteriakan itu biasanya hanya teriakan saja, banyak dari mahasiwa yang tidak mengaplikasikan dan tidak benar-benar mengerti tentang social control, sehingga saya lihat banyak mahasiswa yang cenderung apatis,”ungkap Rahman saat diwawancarai di Masjid Ulil Albab, Minggu (27/09).
“Kalau saya lihat banyak mahasiswa dari jam 7 sampai jam 12 malam main dota, dan kemudian banyak yang bilang jangan korupsi jangan korupsi, tapi ternyata dia contek laporan temennya. Sebenerny saya tau kalau mahasiwa tau esensi dia sebagai mahasiwa seperti apa, tapi banyak dari mereka tidak memahami sepenuhnya,”tambah Rahman.
Kritik yang diberikan Rahman merupakan sebuah realita yang dapat menjadi bahan intropeksi bagi mahasiswa UII. Wajar saja, mengingat Rahman terbiasa berada dalam lingkungan Islami dan sudah mengeyam banyak prestasi. Rahman sendiri mengutarakan apa yang menjadi kunci untuk memotivasi diri.
Rahman mengaku, semenjak dari SMA, dirinya dimasukkan dalam institusi embel-embel Islam, dan ketemunya dengan orang yang punya semangat. Sejak SMA dirinya mulai berpikir seperti ini, Islam saat ini mulai jatuh dalam peradaban, semuanya tertinggal dari barat. Mulai teknologi, pendidikan, sosial, dan eknomi.
“Sebenernya motivasi utama saya adalah ketika saya ditempatkan di embel Islam, jadi seakan akan, kalo saya masuk di sini, maka saya harus berprestasi, karena dengan berprestasi secara tidak langsung saya juga mengangkat nama Islam,”ujar Rahman.
“Jadi misalnya ada kompetisi, kemudian naik podium, my name is blab bla bla, from Islamic university of Indonesia, jadi saya ingin menjadi bagian yg berkontribusi terhadap Islam,”tegasnya penuh semangat.
Tidak lupa, di sesi wawancara, Rahman memberikan tips untuk menjadi mahasiwa berprestasi. “Saya berpesan jaga Allah, maka Allah akan menjagamu, utamakan sholat maka Allah akan mengutamakanmu. Jadi, kalau misalnya ingin berprestasi, maka utamakan sholat dulu, maka Allah akan memberikan jalan yang tak terduga,”terang Rahman di masjid Ulil Albab UII
Sebagai informasi, mahasiswa peraih IPK 3.9 ini konsisten menjadi delegasi UII dalam berbagai event kedokteran, kompetisi, mengikuti kajian sy’iar Islam dan diamanahi sebagai mentor di CLI UII, mengajukan pendaftaran sebagai mentor di keagamaan fakultas, salah satu founder di Ulul Albab, dan setiap senin sampai jum’at aktif mengisi kajian online.



Penulis: Jaka Farih Agustian 

Sabtu, 26 September 2015

Rangkaian Idul Adha Mantap, Warga Duren Ombo Berikan Apresiasi


Gunung Kidul - Idul Adha merupakan sarana pengabdian melalui program berqurban dan kegiatan-kegiatan sosial yang tertuju di ranah masyarakat. Program kerja ini biasa dirancang oleh organisasi-organisasi Islam yang ada di Universitas Islam Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh takmir masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia.
Dalam Idul adha kali ini, takmir masjid Ulil Albab melakukan kegiatan berqurban dan bakti sosial di dua tempat, yakni di pelataran masjid Ulil Albab dan di desa Duren Ombo, kecamatan Duren Sari, kabupaten Gunung Kidul.
M.Roid, selaku Divisi Pembinaan periode 2014-2015 menuturkan, acara Idul Adha kali ini mantap dan rekor bagi kepanitiaan kali ini. “Dalam pelaksanaan takbir keliling, panitia tahun ini mampu memecahkan rekor dengan menghadirkan 11 Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA). Dari segi perolehan donasi, takmir masjid Ulil Albab juga mendapatkan 1 sapi dan 15 kambing, serta terkumpulnya beberapa jenis barang primer, seperti baju, celana, jaket, dan barang-barang sembako lainnya,”ungkap Roid di masjid Ulil Albab.
Selain melakukan aktivitas di kawasan kampus, takmir masjid Ulil Albab UII juga melakukan qurban dan bakti sosial di desa Duren Ombo, kecamatan Duren Sari, kabupaten Gunung Kidul.
Sekilas, Desa ini merupakan salah satu desa terpencil di Gunung Kidul. Ironisnya, belum ada pihak lembaga/organisasi manapun yang melakukan bakti sosial di desa dengan jumlah sekitar 130 KK tersebut.
Rangkaian acara di desa Duren Ombo terdiri dari Tabligh Akbar, Sholat Idul Adha, Pemotongan dan Pembagian hewan qurban, Pembagian sembako, dan 1000 Jilbab untuk Negeri, serta games untuk anak-anak.
Dari seluruh rangkaian acara yang diadakan di desa tersebut, warga memberikan apresiasi yang bagus, sejak sosialisasi hingga berlangsungnya acara. “Apresiasi warga sangat bagus, ketika sosialisasi datang semua, banyak warga yang bertanya, acara pengajian juga diapresiasi oleh warga, barang-barang yang diberikan dapat tersalurkan oleh warga, Alhamdulillah, warga memberikan apresiasi,”tutur Roid, Jum’at (25/09).
Suksesnya acara Idul adha tak lepas dari kerja keras serta persiapan yang matang yang dilakukan oleh kepanitiaan kali ini. Roid memaparkan, sebelum pelaksanaan, panitia OC sudah melakukan persiapan yang bagus.
Survey lokasi juga dilakukan ke 3 tempat, Magelang, Boyolali, dan Gunung Kidul, sehingga dapat diketahui daerah mana-mana yang benar-benar membutuhkan. Ia menambahkan, “melihat dari apresiasi warga, persiapan yang bagus, dan distribusi barang, harapannya lebih mantap lagi, tapi saya kurang tau bisa atau nggak, rekorlah untuk kepanitiaan ini,”Jelas Roid di masjid Ulil Albab, Jum’at (25/09) malam.


Penulis : Jaka Farih Agustian                                                   



Pemotongan Kurban Terlambat, Jatah Kurban Terlambat


Cilacap - Tukang potong hewan Kurban terlambat datang ke tempat penyembelihan. Keterlambatan tersebut mengakibatkan hewan kurban telat dipotong. Selain itu, ibu-ibu rumah tangga mendapat pembagian hewan kurban cukup sore.
“Tukang potong hewan kurban ini biasanya tidak terlambat seperti sekarang, tapi kabarnya sih tukang potong ini keliling ke desa-desa untuk memotong hewan kurban. Jadi mungkin ke sini dapat giliran terakhir,” kata Pak Dadi panitia penyembelihan hewan kurban setempat saat berbincang dengan Nera, Kamis (24/9/2015) sore.
Bapak Tono adalah tukang potong hewan kurban yang telah dipercaya oleh warga desa Panulisan. Selain warga desa Panulisan, Pak Tono juga sangat dipercaya oleh warga desa-desa lain untuk memotong hewan, khususnya hewan kurban.
Penyembelihan hewan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baitul Amanah desa Panulisan RT.01 RW.06 pada Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB. Pembagian daging kurban dilakukan oleh seluruh panitia penyembelihan ke warga desa Panulisan.
Warga desa Panulisan setiap KK nya mendapat satu kantong plastik daging pada pukul 18.15 WIB. Para ibu-ibu rumah tangga mengeluh karena mereka harus memasaknya pada malam hari.
“Iya beberapa ibu-ibu yang menerima daging kurban mengatakan sore sekali pembagian dagingnya” ujar Pak Dadi.
Menurut panitia penyembelihan hewan kurban ini, Pak Tono merupakan salah seorang pemotong hewan kurban yang bisa dibilang telah handal dan berpengalaman. Maka dari itu panitia di desa Panulisan sangat mempercayai Pak Tono dan tidak mencari tukang potong hewan yang lain.


Penulis : Nera Henaria