Minggu, 27 September 2015

Harga Sembako di Pasar Keruak Lombok Timur Menjelang Idul Adha Naik



Lombok Timur - Seperti biasanya, menjelang perayaan hari besar, harga berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan tidak terkecuali pada perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari Kamis, 24 September 2015 ini.

Diantaranya beras, daging dan sayur-mayur merupakan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi sampai Rp 5.000 dari harga semula. Harga kacang panjang yang semula Rp 2.500 menjadi Rp 5.000 per ikat kemudian ada juga wortel yang sebelumnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Ibu Rubak merupakan salah seorang pedagang sayur mengatakan, bahwa kenaikan harga menjelang perayaan hari besar merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Kenaikan harga pada hari-hari besar seperti ini sudah biasa terjadi dan menjadi hal yang wajar. “Yaaa, udah biasa semua pada naik kalo mau hari besar idul Fitri atau idul Adha gini. Dua atau tiga hari kedepan juga normal lagi”, papar Ibu Rubak, Senin (22/09/ 2015).

Selain harga sayur-mayur yang mengalami kenaikan, harga beraspun demikian dari harga Rp 9.800 naik hingga Rp 10.200 per kilogramnya. Ibu Atik (43) seorang konsumen menuturkan bahwa kenaikan harga beras dipicu karena semakin tingginya permintaan konsumen dibandingkan hari-hari biasanya. Pada hari Idul Adha atau Lebaran Haji banyak rumah-rumah warga  menggelar acara dzikir yang setelahnya ditutup dengan makan bersama.

“kan tradisinya orang sini kalo Lebaran Haji pada ngadain dzikir. Beli beras banyak-banyak. Mungkin stoknya berkurang dan itu yang bikin mahal” tutur Ibu Atik. Karena tradisi inilah yang mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli sehingga pembelian semakin meningkat, stok terbatas dan harga semakin naik,ujar Ibu Atik.

Adapun harga kebutuhan yang normal diantaranya cabai rawit merah, cabai keriting, dan harga tomat yang justru murah. Ibu Atik menambahkan, “sekarang harga tomat malah turun sampai Rp 2.000 per kilogramnya.”



Penulis: Praptika Handayani





Harga Jual Hewan Kurban Terus Meroket



Tangerang - Perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari Kamis 24 September 2015 di sambut suka cita oleh warga Tangerang. Begitu juga oleh para pedagang hewan kurban di daerah Tangerang.

Banyak sekali pedagang hewan kurban yang berjualan di sepanjang jalan maulana hasanudin Tangerang. Ada berbagai macam sapi dan kambing yang dijual, harganya pun bervariasi. Harga antara pedagang satu dan pedagang lainnya sangat bersaing.

Ada yang berbeda dari Idul Adha tahun ini, harga hewan kurban tahun ini naik daripada Idul Adha tahun sebelumnya. Kenaikan ini di karenakan beberapa faktor, salah satunya faktor cuaca. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat pangan hewan kurban sulit untuk di dapatkan.

"Harga hewan kurban tahun ini memang naik daripada tahun sebelumnya. Kenaikan itu karena sulitnya mendapatkan makanan untuk hewan kurban, hingga ada beberapa hewan kurban yang sakit karena kekurangan pasokan pangan. Kalau tidak ada kenaikan saya bisa rugi, kata salah satu penjual hewan kurban, Timur, Sabtu (26/09/2015).

Kenaikan harga hewan kurban berkisar antara 500.000 rupiah untuk kambing dan 2.000.000 rupiah untuk sapi. Kenaikan ini tidak berpengaruh terhadap minat pembeli hewan kurban. Para pembeli tetap membeli hewan kurban walaupun harganya lebih mahal daripada tahun sebelumnya.





Penulis: Nur Jannah Firdaus
Mahasiwa UII, Mahasiwa Muslim Berprestasi


Menjadi mahasiwa Universitas Islam Indonesia dituntut untuk menjadi sosok yang berprestasi dalam berbagai disiplin ilmu. “Mahasiswa UII harus bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan Islam,”begitulah penuturan yang disampaikan oleh Mohamad Rahman, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2014, peraih beasiswa semester awal-akhir DIKTI.
Rahman, sapaan akrabnya, memberikan pandangan dan kritik terkait mahasiswa di era sekarang. “Seperti yang menjadi teriakan, bahwa mahasiswa itu social agent, social control, tapi apa yang sudah diteriakan itu biasanya hanya teriakan saja, banyak dari mahasiwa yang tidak mengaplikasikan dan tidak benar-benar mengerti tentang social control, sehingga saya lihat banyak mahasiswa yang cenderung apatis,”ungkap Rahman saat diwawancarai di Masjid Ulil Albab, Minggu (27/09).
“Kalau saya lihat banyak mahasiswa dari jam 7 sampai jam 12 malam main dota, dan kemudian banyak yang bilang jangan korupsi jangan korupsi, tapi ternyata dia contek laporan temennya. Sebenerny saya tau kalau mahasiwa tau esensi dia sebagai mahasiwa seperti apa, tapi banyak dari mereka tidak memahami sepenuhnya,”tambah Rahman.
Kritik yang diberikan Rahman merupakan sebuah realita yang dapat menjadi bahan intropeksi bagi mahasiswa UII. Wajar saja, mengingat Rahman terbiasa berada dalam lingkungan Islami dan sudah mengeyam banyak prestasi. Rahman sendiri mengutarakan apa yang menjadi kunci untuk memotivasi diri.
Rahman mengaku, semenjak dari SMA, dirinya dimasukkan dalam institusi embel-embel Islam, dan ketemunya dengan orang yang punya semangat. Sejak SMA dirinya mulai berpikir seperti ini, Islam saat ini mulai jatuh dalam peradaban, semuanya tertinggal dari barat. Mulai teknologi, pendidikan, sosial, dan eknomi.
“Sebenernya motivasi utama saya adalah ketika saya ditempatkan di embel Islam, jadi seakan akan, kalo saya masuk di sini, maka saya harus berprestasi, karena dengan berprestasi secara tidak langsung saya juga mengangkat nama Islam,”ujar Rahman.
“Jadi misalnya ada kompetisi, kemudian naik podium, my name is blab bla bla, from Islamic university of Indonesia, jadi saya ingin menjadi bagian yg berkontribusi terhadap Islam,”tegasnya penuh semangat.
Tidak lupa, di sesi wawancara, Rahman memberikan tips untuk menjadi mahasiwa berprestasi. “Saya berpesan jaga Allah, maka Allah akan menjagamu, utamakan sholat maka Allah akan mengutamakanmu. Jadi, kalau misalnya ingin berprestasi, maka utamakan sholat dulu, maka Allah akan memberikan jalan yang tak terduga,”terang Rahman di masjid Ulil Albab UII
Sebagai informasi, mahasiswa peraih IPK 3.9 ini konsisten menjadi delegasi UII dalam berbagai event kedokteran, kompetisi, mengikuti kajian sy’iar Islam dan diamanahi sebagai mentor di CLI UII, mengajukan pendaftaran sebagai mentor di keagamaan fakultas, salah satu founder di Ulul Albab, dan setiap senin sampai jum’at aktif mengisi kajian online.



Penulis: Jaka Farih Agustian 

Sabtu, 26 September 2015

Rangkaian Idul Adha Mantap, Warga Duren Ombo Berikan Apresiasi


Gunung Kidul - Idul Adha merupakan sarana pengabdian melalui program berqurban dan kegiatan-kegiatan sosial yang tertuju di ranah masyarakat. Program kerja ini biasa dirancang oleh organisasi-organisasi Islam yang ada di Universitas Islam Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh takmir masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia.
Dalam Idul adha kali ini, takmir masjid Ulil Albab melakukan kegiatan berqurban dan bakti sosial di dua tempat, yakni di pelataran masjid Ulil Albab dan di desa Duren Ombo, kecamatan Duren Sari, kabupaten Gunung Kidul.
M.Roid, selaku Divisi Pembinaan periode 2014-2015 menuturkan, acara Idul Adha kali ini mantap dan rekor bagi kepanitiaan kali ini. “Dalam pelaksanaan takbir keliling, panitia tahun ini mampu memecahkan rekor dengan menghadirkan 11 Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA). Dari segi perolehan donasi, takmir masjid Ulil Albab juga mendapatkan 1 sapi dan 15 kambing, serta terkumpulnya beberapa jenis barang primer, seperti baju, celana, jaket, dan barang-barang sembako lainnya,”ungkap Roid di masjid Ulil Albab.
Selain melakukan aktivitas di kawasan kampus, takmir masjid Ulil Albab UII juga melakukan qurban dan bakti sosial di desa Duren Ombo, kecamatan Duren Sari, kabupaten Gunung Kidul.
Sekilas, Desa ini merupakan salah satu desa terpencil di Gunung Kidul. Ironisnya, belum ada pihak lembaga/organisasi manapun yang melakukan bakti sosial di desa dengan jumlah sekitar 130 KK tersebut.
Rangkaian acara di desa Duren Ombo terdiri dari Tabligh Akbar, Sholat Idul Adha, Pemotongan dan Pembagian hewan qurban, Pembagian sembako, dan 1000 Jilbab untuk Negeri, serta games untuk anak-anak.
Dari seluruh rangkaian acara yang diadakan di desa tersebut, warga memberikan apresiasi yang bagus, sejak sosialisasi hingga berlangsungnya acara. “Apresiasi warga sangat bagus, ketika sosialisasi datang semua, banyak warga yang bertanya, acara pengajian juga diapresiasi oleh warga, barang-barang yang diberikan dapat tersalurkan oleh warga, Alhamdulillah, warga memberikan apresiasi,”tutur Roid, Jum’at (25/09).
Suksesnya acara Idul adha tak lepas dari kerja keras serta persiapan yang matang yang dilakukan oleh kepanitiaan kali ini. Roid memaparkan, sebelum pelaksanaan, panitia OC sudah melakukan persiapan yang bagus.
Survey lokasi juga dilakukan ke 3 tempat, Magelang, Boyolali, dan Gunung Kidul, sehingga dapat diketahui daerah mana-mana yang benar-benar membutuhkan. Ia menambahkan, “melihat dari apresiasi warga, persiapan yang bagus, dan distribusi barang, harapannya lebih mantap lagi, tapi saya kurang tau bisa atau nggak, rekorlah untuk kepanitiaan ini,”Jelas Roid di masjid Ulil Albab, Jum’at (25/09) malam.


Penulis : Jaka Farih Agustian                                                   



Pemotongan Kurban Terlambat, Jatah Kurban Terlambat


Cilacap - Tukang potong hewan Kurban terlambat datang ke tempat penyembelihan. Keterlambatan tersebut mengakibatkan hewan kurban telat dipotong. Selain itu, ibu-ibu rumah tangga mendapat pembagian hewan kurban cukup sore.
“Tukang potong hewan kurban ini biasanya tidak terlambat seperti sekarang, tapi kabarnya sih tukang potong ini keliling ke desa-desa untuk memotong hewan kurban. Jadi mungkin ke sini dapat giliran terakhir,” kata Pak Dadi panitia penyembelihan hewan kurban setempat saat berbincang dengan Nera, Kamis (24/9/2015) sore.
Bapak Tono adalah tukang potong hewan kurban yang telah dipercaya oleh warga desa Panulisan. Selain warga desa Panulisan, Pak Tono juga sangat dipercaya oleh warga desa-desa lain untuk memotong hewan, khususnya hewan kurban.
Penyembelihan hewan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baitul Amanah desa Panulisan RT.01 RW.06 pada Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB. Pembagian daging kurban dilakukan oleh seluruh panitia penyembelihan ke warga desa Panulisan.
Warga desa Panulisan setiap KK nya mendapat satu kantong plastik daging pada pukul 18.15 WIB. Para ibu-ibu rumah tangga mengeluh karena mereka harus memasaknya pada malam hari.
“Iya beberapa ibu-ibu yang menerima daging kurban mengatakan sore sekali pembagian dagingnya” ujar Pak Dadi.
Menurut panitia penyembelihan hewan kurban ini, Pak Tono merupakan salah seorang pemotong hewan kurban yang bisa dibilang telah handal dan berpengalaman. Maka dari itu panitia di desa Panulisan sangat mempercayai Pak Tono dan tidak mencari tukang potong hewan yang lain.


Penulis : Nera Henaria