Kamis, 08 Oktober 2015

Media Tidak Independen dan Tidak Netral


Ket : Penyampaian materi oleh Dwi Sasongko


Yogyakarta - Pemimpin redaksi koran Sindo, Dwi Sasongko menganggap, saat ini tidak ada media yang independen. Konglomerasi media menyebabkan tidak ada media yang netral.

Tidak ada media di Indonesia yang netral. Media itu butuh hidup, dimana hidup media berasal dari financial yang diperoleh dari pemasang iklan. Selain pemasang iklan, media juga bisa hidup dari seorang pemilik modal. Hal tersebut yang membuat media menjadi tidak netral.

“Saat ini media tidak independen. Semua media saat ini hampir tidak independen dimana hal tersebut membuat media tidak ada yang netral,” kata pemimpin redaktur koran Sindo, Kamis (08/10/2015) siang di acara Sindo goes to Campus UII Yogyakarta.

Kebijakan independen tergantung kepada para pekerja media dalam meliput dan mempublikasikan pemberitaan dengan prinsipnya. Namun, tak dapat dihindari, prinsip-prinsip tersebut juga tidak terlepas dari seorang pemilik media yang telah memiliki kebijakan khusus.

 “Ya memang sindo ini berada di bawah MNC Group yang pemiliknya adalah seorang ketua partai politik dan pastinya dia memiliki kebijakan-kebijakan khusus. Dan kita disini mendukung kebijakannya,” ujar Dwi Sasongko.



(NH)
Sindo Goes To Campus, Wadahi Edukasi dan Kreativitas Mahasiswa UII



Ket : Sindo Goes To Campus dalam Sesi Talk Show

Yogyakarta - Memiliki pengetahuan dan wawasan seputar teori dan praktek dalam dunia media sangat penting bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh dalam kajian komunikasi. Kamis, 8/10/2015, pukul 09.00-14.30, bertempat di Auditorium Kahar Muzakkir, UII Yogyakarta. Merupakan  kolaborasi acara antara pihak humas UII, Kemahasiswaan UII, dan Sindo yang berjudul “Sindo Goes To Campus".

Sindo Goes To Campus kali ini menghadirkan 2 pembicara populer, yakni Dwi Sasongko, selaku Wakil Pemimpin Redaksi Koran Sindo, serta Khoiri Akhmadi, Manager Produksi TV.

Dalam pergelaran Sindo Goes To Campus, Muslim, selaku perwakilan Humas UII mengutarakan target dan tujuan yang ingin dicapai. “Targetnya untuk mahasiswa semua jurusan, supaya melatih mahasiswa untuk menjadi presenter dan fotografer,”ungkapnya.

Sementara itu, Rio, selaku Kepala Biro Sindo mengungkapkan harapan diadakan acara ini. “Adanya acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap mahasiwa dalam dunia penyiaran dan cetak, yang ingin menulis silahkan kembangkan, kontributor silahkan kembangkan, semangat di dunia komunikasi, sehingga jelas arah dan tujuannya,”ujarnya.

Rio menambahkan, dunia media saat ini tidak hanya berkutat dengan wartawan, namun didominasi oleh aktivitas bisnis dan sarana pendukung, seperti broadcasting berupa kamera, dan sebagainya.

Di sela sambutan, Wakil Rektor III, Dr. Abdul Jamil, SH, MH mengungkapkan, kebutuhan masyarakat terhadap informasi sangat tinggi. Terlebih informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi bagaimana masyarakat dapat menyikapi perubahan dengan cepat. Seperti dikutip dari uii.ac.id.

Acara ini terdiri dari talk show yang dimoderatori oleh Iwan Awaladduni Yusuf, dosen Ilmu Komunikasi dan choacing clinic yang diikuti oleh peserta dari mahasiswa berbagai jurusan di UII.

Secara umum, animo mahasiswa untuk ikut serta dalam sesi talk show dan choacing clinic cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah kehadiran dan keaktifan peserta dalam bertanya di sesi talk show dan antusiasme mengikuti pelatihan presenter.

Ketika ditanya mengenai persiapan tuan rumah (Kemahasiswaan dan Humas), Muslim mengutarakan, ada sekitar 20 panitia dalam acara Sindo Goes To Campus kali ini. “Panitia kali ini terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam Labma UII, beberapa staff Kemahasiswaan, maupun pihak Humas. Persiapan yang dirancang panitia juga dilakukan sejak 3 minggu yang lalu, “papar alumni ponpes UII dan ajudan Rektor tersebut.


Rio, selaku perwakilan Sindo juga mengungkapan, persiapan melobi kampus sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Anggota yang dibawa dalam acara kali ini ada sekitar 5 orang dari Sindo, dan Inews lebih banyak,”terang Kepala Biro yang juga memberikan hadiah smartphone kepada mahasiswa dalam sesi pertanyaan.


Penulis : Jaka Farih Agustian
 Inovasi Sebagai Kunci, Koran Terus Eksis di Mata Publik


Ket : Sasongko, pembicara sesi talk show Sindo Goes To Campus

Di tengah kompetitifnya persaingan antar media, ditambah dengan kecanggihan teknologi yang akan terus berkembang, tak menyurut keyakinan pihak media cetak untuk tetap eksis di mata publik. Seperti halnya sikap optimis yang dijunjung tinggi oleh Dwi Sasongko, Deputy in Chief Koran Sindo.

Di sela-sela pergelaran Sindo goes to campus yang diadakan di Universitas Islam Indonesia, Sasongko mengutarakan, peluang masih ada, pasar cetak masih menjanjikan, meski sirkulasi turun, media cetak harus berubah untuk bisa eksis.

Lebih lanjut, ia memberikan ulasan posisi media cetak di mata publik sejauh ini. “Yang membuat radio dan koran eksis tetap eksis sampai saat ini adalah adanya perubahan dan inovasi,”tuturnya di Auditorium Kahar Muzakkir UII, (8/10/2015).

Inovasi memang perlu dilakukan dengan hadirnya ide-ide kreatif dan strategi-strategi jitu. Mantan wartawan Jawa Pos ini mengungkapkan strategi koran dalam mempengaruhi minat baca audiens.

“Strategi yang dilakukan sejauh ini adalah berusaha untuk kreatif, melakukan sinergi dengan grup, ganti platform jadi view paper, yakni lebih banyak grafis/gambar, kerja keras dan cerdas, kualitas dan kecepatan (zero mistake dan koran datang lebih awal ke pelanggan, sinergi dengan melakukan kerja sama bersama media lain,”ujarnya.

Selain itu, seiring berjalannya strategi-strategi tersebut, Koran juga mendapatkan dukungan penuh dari beberapa perusahaan iklan. “Revenue Koran sepenuhnya drai iklan, iklan mendukung keberadaan koran. Posisi Koran berada di peringkat 2 di bawah televisi, dalam tingkatan belanja iklan terhadap media, papar penulis buku Indonesia-Jerman 60 tahun tersebut.


Optimis, Sasongko menambahkan keberadaan media cetak di masa yang akan datang. “Masih banyak masyarakat yg lebih mempercayai isi media cetak ketimbang internet, setidaknya sampai kurun waktu 10 tahun,”jelasnya. 


Penulis : Jaka Farih Agustian
Meriahnya Acara Sindo Goes to Campus di Universitas Islam Indonesia


Ket : Suasana meriahnya peserta Sindo Goes To Campus

Yogyakarta - Acara Sindo Goes to Campus yang diadakan di Universitas Islam Indonesia di hadiri banyak mahasiswa. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta acara Sindo Goes to Campus yang hadir pada kamis 8 oktober, di Auditorium Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia. Banyak mahasiswa yang menghadiri acara Sindo Goes to Campus dari berbagai fakultas.

Selain mengadakan seminar yang menghadirkan dua pembicara dari Sindo, ada berbagai rangakaian acara dari Sindo Goes to Campus salah satunya adalah coaching klinik yaitu pencarian bakat presenter oleh Sindo Goes to Campus. Coaching klinik dapat di ikuti oleh peserta Sindo Goes to Campus. Antusiasme peserta Sindo Goes to Campus sudah terlihat dari sejak pagi, banyak peserta yang mendaftar dan hadir pada seminar hari ini.

Tidak hanya mahasiswa ilmu komunikasi, banyak mahasiswa dari fakultas lain yang hadir dalam acara Sindo Goes to Campus. Para mahasiswa sangat bersemangat ketika mengikuti rangkaian acara hari ini. "Acara Sindo Goes to Campus sangat bagus, karena Sindo sendiri merupakan bagian dari media besar yaitu MNC group dan saya juga tertarik untuk mempelajari seluk beluk media. Apalagi tema yang diangkat pun sangat pas yaitu tentang konvergensi media" ucap salah satu peserta acara Sindo Goes to Campus, Rifqi, Kamis (08/10/2015).

Sindo Goes to Campus selain memberikan ilmu dan wawasan yang lebih mengenai media, juga memberikan beberapa door prize yang menarik. Dengan menjawab kuis atau pertanyaan para peserta dapat membawa pulang hadiah dari Sindo. Rangakaian acara Sindo Goes to Campus sendiri sudah diadakan di berbagai kota besar dan Universitas Islam Indonesia adalah salah satu tujuan dari rangakaian acara Sindo. Mahasiswa akan lebih mengerahui dan mempunyai wawasan tentang media melalui acara Sindo Goes to Campus.

Penulis : Nurjannah Firda




Antusiasme Peserta Couching Clinic SINDO Goes to Campus


Yogyakarta- Sejak pagi Auditorium Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia sudah terlihat ramai oleh peserta SINDO Goes To Campus, Kamis/08/10/2015. Kegiatan ini telah digelar di beberapa universitas di indonesia , kali ini mengusung tema “ Konvergensi Media Di Era Digitalisasi”. SGTC merupakan bentuk komitmen SINDO media dalam menyikapi perkembangan zaman dan keinginan untuk turut serta mempersiapkan generasi muda bangsa.

Dari beragam rangkaian acara SGTC, Couching clinic broadcasting berupa kelas presenter TV merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu. Salah seorang peserta Linda Nurlita menuturkan bahwa sedari semalaman sudah berlatih guna mempersiapkan diri mengikuti Couching clinic broadcasting kelas presenter TV. “Dari semalem saya sudah berlatih untuk mengikuti kelas presenter TV-nya”, tutur linda disela-sela pendaftaran.

Hingga dimulainya kelas, tercatat 20 peserta sudah terdaftar sebagai peserta Couching clinic broadcasting kelas presenter TV. Pesertanya pun beragam tidak hanya dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi namun ada yang berasal dari prodi Statistika dan Teknik sipil.

“Saya didaftarain sama dua temen saya yang juga daftar Couching clinic broadcasting kelas presenter TV ”, tutur Brillian Ayesha Runnerup couching clinic broadcasting SINDO Goes To Campus.

Penulis : Praptika Handayani
            

Minggu, 04 Oktober 2015

Proyek Galian Jalan Menyebabkan Kemacetan Panjang




Yogyakarta - Arus lalu lintas di jalan demangan baru padat merayap, kemacetan didominasi oleh kendaraan roda empat. Titik kemacetan berpusat di jalan laksda adi sucipto. Kemacetan ini disebabkan oleh adanya pekerjaan galian pada bahu jalan. Banyaknya jumlah kendaraan dan sempitnya jalan membuat kemacetan sepanjang jalan laksda adi sucipto.

Pekerjaan galian sepanjang kurang lebih 2 km, sedikit menganggu para pengguna jalan. Kemacetan bertambah parah karena adanya lampu merah pada pertigaan UIN Sunan Kaliaga. Kemacetan ini sering terjadi pada saat jam pulang kerja hingga malam hari.

“Biasanya macet yang paling parah pas malam hari, apalagi weekend sekarang banyak orang yang ingin pergi ke Ambarukmo Plaza, jadi pengendara motor pun kena imbasnya,”jelas pengendara motor, Dani, Minggu (4/10/2015).

Sampai saat ini belum ada petugas kepolisian yang bertugas untuk mengurangi kemacetan. Kemacetan di jalan laksda adisucipto ini tidak terjadi setiap saat. Kemacetan ini terjadi jika volume kendaraan roda empat terlalu banyak, dan yang membuat kemacetan semakin parah adalah banyaknya kendaraan yang keluar dari arah jalan demangan baru menuju jalan laksda adisucipto.




Penulis : Nurjannah Firda

Bundaran UGM Ramai Lancar, Pengemudi Tetap Harus Perhatikan Keselamatan




                  Ket : Kondisi lalu lintas bundaran UGM sore ini terpantau lancar dan padat



Sleman - Arus lalu lintas di kawasan bundaran Universitas Gajah Mada, terpantau ramai lancar pada Minggu (4/10/2015) sekitar pukul 16.10. Kendati demikian, masih terdapat jalanan yang cukup padat.

Pantauan Media Suara Mahasiswa, jalur Bundaran UGM menuju kampus UNY maupun kawasan mirota kampus tidak terjadi kemacetan yang berdampak terhadap kenyamanan pengemudi sepeda motor maupun mobil.

Meski begitu, pengemudi tetap harus memperhatikan keselamatan, mengingat jalur bundaran UGM hanya memiliki satu arah yang dapat berimbas pada terjadinya kecelakaan.

Selain itu, waktu-waktu yang patut dicermati pengemudi adalah pagi, siang, sore hari. Pak Tijo, Tukang Becak yang sudah terbiasa menjemput rezeki di wilayah bundaran UGM mengetahui seputar kondisi lalu lintas di wilayah tersebut. “biasanya sekitar pukul 07.30 pagi, 13.30 siang, dan 17.00 sore sering terjadi kemacetan.”tuturnya (4/10/2015) di wilayah bundaran UGM.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan mewujudkan lalu lintas lancar, polisi sudah mengatur sistem lalu lintas secara maksimal. Salah satu Polantas Sleman menuturkan, bahwa setiap pagi hari, saya kira ada polisi yang menjaga di wilayah bundaran UGM tersebut.




Penulis : Jaka Farih Agustian



Dampak Lampu Apil Baru di Pertigaan Jl.Damai



Yogyakarta - Keberadaan lampu apil di jl.Kaliurang km.8 membuat arus lalu lintas lebih lancar dan teratur. Pengguna jalan merasa lebih aman dengan adanya lampu apil.

“ Bagus bagus.. ini harusnya ada lampu apil dari dulu. Saya soalnya sering lewat jalan ini dan pas di pertigaan ini suka semraut kendaraannya,” ujar Bu Tina salah seorang pengendara motor.”

Di pertigaan jl.Kaliurang km.8 tepatnya pas di depan cafe Lumer tersebut merupakan salah satu pertigaan yang cukup ramai dan tidak jarang menimbulkan kemacetan. Pertigaan tersebut menghubungkan antara jl.Kaliurng dan jl.Damai yang dapat menghubungkan dengan jl.Palagan.

“ Saat lampu merah nyala juga di sini tidak terlalu lama ko lampu merahnya, jadi tidak akan menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Ya kecuali pas week end mungkin banyak yang wisata ke Kaliurang bisa jadi sedikit macet,” ujar Bu Tina.

Lampu apil menyala merah kurang lebih 30 detik dan hijau kurang lebih 20 detik. Waktu tersebut dianggap pas untuk tidak menimbulkan kemacetan.

Menurut salah seorang pengendara motor ini, pihak kepolisian lalu lintas harusnya dapat berjaga di lampu apil baru ini. Tak sedikit beberapa pengendara masih ada yang menerobos lampu merah.

“iya saya kemarin-kemarin sempat liat juga beberapa pengendara motor menerobos lampu merah. Kayanya mereka warga sini yang belum terbiasa sama adanya lampu apil baru ini,” ujar Bu Tina.



Penulis : Nera Henaria


Kecelakaan Gara-gara BBMan!



Yogyakarta-BBMan, seorang pengendara sepeda motor, Rizal (21) mengalami kecelakaan di jalan Seturan persisnya di depan kampus YKPN, Sabtu (03/10/2015).

Kejadian tersebut bermula ketika Rizal mengendarai sepeda motor hendak menjemput kekasihnya menuju jalan Solo. Rizal memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi, ketika melintasi di jalan Seturan dengan posisi handphone di tangan kirinya membalas BBM kekasihnya, Rizal tidak melihat ada sebuah mobil Avanza yang bejalan pelan didepannya hendak berbelok kearah kiri. Kecelakaan tidak dapat dihindari.

“Tadi saya buru-buru, mau balas BBM nggak liat kalo ada mobil didepan. Mau ngerem tapi udah nggak bisa jadi saya banting kekiri”, kata Rizal.

Dalam kecelakaan ini Rizal hanya mengalami luka-luka ringan di bagian lutut dan tangan sebelah kiri. Tidak ada luka serius yang dialaminya. Hanya saja motor yang dikendarainya mengalami kerusakan yang cukup parah di body bagian depan dan sebelh kiri. Selain itu, mobil yang ditabraknya tadi hanya mengalami lecet namun tidak cukup parah.

Kecelakaan ini sempat mengakibatkan kemacetan karena banyaknya orang yang berkerumun menolong dan menyaksikan kejadian. Tutur Pak Salim (42) salah seorang warga, “mase yang salah. Lha wong saya lihat dia dimotor sambil mainan HP”.

Kasus kecelakaan ini berakhir damai setelah Rizal meminta maaf kepada pengendara mobil dan mengakui kesalahannya. 



Penulis : Praptika Handayani